Oleh: Elbert Bandau | 16 Juli 2009

THE ART OF SPEAKING (Seni Berbicara)

Seni BerbicaraDalam kehidupan kita sehari-hari, ada dua kegiatan yang paling sering kita lakukan yaitu berbicara dan mendengar. Saat ini saya ingin berbagi kepada teman-teman semua tentang seni berbicara, khususnya dalam komunikasi informal yang paling sering kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Mengapa saya menulis tentang ini?? karena saya banyak sekali menemukan lawan-lawan bicara saya yang biasanya begitu membosankan, oleh karena cara-cara mereka dalam berbicara yang rasa-rasanya kurang pas dalam hati saya. Kadangkala saya menemukan lawan bicara yang seakan-akan dia telah mengetahui semua hal, terus-menerus berbicara sehingga sayapun hanya manggut-manggut didepannya, padahal sesunggguhnya saya telah mengetahui semuanya apa yang dia sedang bicarakan.

Kita harus tahu membedakan antara “pandai bicara” dengan “banyak bicara”. Orang yang pandai berbicara atau mengerti seni berbicara, belum tentu banyak bicara. Sebaliknya, orang yang banyak bicara belum tentu pandai berbicara atau menguasai seni berbicara.

Untuk itu saya mau memberikan tip-tip berikut tentang bagaimana cara kita berkomunikasi dalam percakapan-percakapan kita sehari-hari (komunikasi informal), agar lawan bicara kita juga merasa nyaman :

  • Tidak memotong pembicaraan. Orang yang suka memotong pembicaraan adalah orang yang tidak sabar dan egois. Ia ingin segera mengutarakan isi hati dan pendapatnya tanpa mempedulikan orang lain yang sedang berbicara. Bersabarlah sampai lawan bicara kita selesai berbicara. Kita harus belajar mendahulukan orang lain dan menganggap mereka lebih penting.
  • Tidak berbicara terus-menerus. Dalam setiap percakapan, semua orang mempunyai hak dan kesempatan untuk mengutarakan pendapat. Jangan pernah berpikir bahwa pendapat atau informasi yang anda sampaikan begitu penting sehingga anda tidak memberikan kesempatan kepada orang lain untuk berbicara. Ingatlah bahwa orang lain juga ingin menyampaikan sesuatu, jangan selalu menguasai pembicaraan karena anda akan menjadi orang yang sangat membosankan bahkan menyebalkan. Jangan bangga ketika orang yang ada disekitar anda nampak manggut-manggut dan hanya bisa mengatakan “Oh ya”, Ooo begitu” atau “hebat ya”, ketika anda berbicara terus-menerus.
  • Tidak berlagak tahu segalanya. Sepintar apapun anda dan seluas apapun wawasan anda, belum tentu anda tahu segalanya. Kalaupun anda tahu banyak hal, jagalah sikap jangan sampai terksan sombong apalagi berlagak tahu didalam berbicara. Berbicara dengan orang lain selain bertukar informasi, juga berfungsi untuk membangun hubungan dan bukan untuk adu pengetahuan dan wawasan. Bersikaplah rendah hati ketika menyampaikan apa yang anda ketahui, sehingga anda tidak dipandang sebagai orang yang berlagak tahu.
  • Tidak membicarakan kehebatan diri sendiri. Berhati-hatilah ketika menceritakan tentang kehebatan anda atau keberhasilan keluarga anda. Mungkin anda tidak bermaksud untuk menyombongkan diri, tetapi ingatlah bahwa masing-masing orang memiliki penilaian dan tanggapan yang berbeda. Kalaupun anda harus mengatakan tentang keberhasilan atau pencapaian yang anda raih, katakan seperlunya saja dan jangan pernah tergoda untuk menyombongkan diri.
  • Tidak berbicara kepada satu orang saja. Ketika sedang bersama-sama dengan beberapa orang, tujukanlah pembicaraan anda kepada semua orang dan tidak hanya kepada satu orang saja. Jika anda hanya menunjukkan pembicaraan kepada satu orang saja, maka orang lain yang ada akan merasa tidak diikutsertakan dan diabaikan dalam pembicaraan tersebut. Ini akan menciptakan tembok penghalang dengan yang lain dan mengundang perpecahan.
  • Tidak menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing. Yang dimaksudkan disini adalah menggunakan bahasa yang tidak dimengerti oleh semua orang yang ada bersama-sama dengan anda. Jika anda melakukan ini, maka orang lain yang tidak mengerti bahasa yang anda gunakan akan berpikir bahwa anda sedang membicarakan mereka. Belajarlah menjaga perasaan sesama agar tidak terjadi kecurigaan dan kebencian, sehingga semua hidup dalam damai sejahtera.
  • Tidak mematikan pembicaraan orang. Jangan mematikan pembicaraan orang lain dengan langsung melontarkan kritik tajam atau menyatakan bahwa pendapatnya itu salah. Pakailah cara-cara yang lebih bijaksana, yang tidak membuat lawan bicara anda tidak mau lagi berbicara. Dalam setiap pembicaraan, junjung tinggi kesopanan dan tenggang rasa, buat orang lain merasa penting dan dihargai. Perlakukanlah orang lain sebagaimana anda ingin diperlakukan.
  • Tidak memaksakan pendapat sendiri. Biasanya setiap orang menganggap bahwa pendapatnyalah yang paling benar. Tidak heran jika ada yang ngotot dan memaksakan pendapatnya sendiri. Tetapi, didalam sebuah percakapan usahakanlah agar anda jangan ngotot dan memaksakan lawan bicara anda untuk menerima secara mentah-mentah pendapat anda tersebut. Ada kemungkinan pendapat orang lain juga benar jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Bicarakanlah dengan bijak untuk mendapatkan sebuah kesepakatan atau pandangan yang diterima oleh semua pihak.
  • Tanggapilah ketika orang berbicara. Sebagaimana anda mengharapkan agar orang lain menanggapi ketika anda berbicara, berilah juga tanggapan ketika seseorang berbicara. Jangan hanya berdiam diri atau pura-pura tidak mendengar pembicaraannya. Meskipun anda tidak bisa memberikan jawaban terhadap permasalahan yang teman anda utarakan, tetapi paling tidak anda bisa memberikan tanggapan terhadap apa yang ia bicarakan dan itu akan membat dia merasa bahwa anda tidak mengabaikannya.

Itulah beberapa poin yang perlu kita perhatikan ketika kita berkomunikasi dengan orang lain, semoga bisa bermanfaat….


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: