Oleh: Elbert Bandau | 23 Agustus 2011

SELAYANG PANDANG LEMBAGA SOLIDARITAS WITA MORI

Berdasarkan studi kemiskinan menunjukkan bahwa di daerah pedesaan di Sulawesi Tengah, angka kemiskinan mencapai 48,08%, sementara di perkotaan sekitar 12,24%. Ini berarti jumlah masyarakat miskin yang terpusat di desa-desa masih cukup besar yang harus disejahterakan.

Banyak program pemerintah sudah dilakukan untuk mengangkat dan mendorong pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan, namun sebagian besar gagal. Hal tersebut lebih disebabkan oleh ketidak-tepatan antara kebutuhan masyarakat dengan program yang diberikan. Hampir semua paket proyek tidak dibarengi dengan peningkatan ketrampilan sumber daya manusia pendukung dan tidak adanya kelembagaan di tingkat masyarakat yang berfungsi sebagai pengontrol terhadap pembangunan yang dilakukan.

Sementara itu, fakta lapangan menunjukkan banyaknya permaslahan hukum di daerah Mori / Morowali yang tidak tuntas dan jauh dari rasa keadilan masyarakat sehingga menimbulkan sikap apriori rakyat terhadap pemerintah. Penyalahgunaan wewenang, pemaksaan kehendak, ketiadaan transparansi serta pendudukan tanah hak ulayat masyarakat (desa/kampung) dengan dalih untuk pembangunan adalah pemandangan umum yang menjadi nasib keseharian masyarakat disana. Persoalan kemiskinan dan masalah hukum cenderung semakin parah semenjak memasuki era otonomi daerah dengan mulai masuknya investor perkebunan kelapa sawit skala besar di daerah Mori/Morowali yang serta merta merubah struktur budaya masyarakat dari masyarakat petani menjadi buruh perkebunan yang selama ini belum pengalaman, merupakan barang baru bagi masyarakat Mori/Morowali.

Menyikapi munculnya berbagai hal yang dirasakan kurang memberikan masa depan yang adil bagi masyarakat Mori tersebut, disertai sebuah keinginan untuk menjaga solidarotas, persatuan dan kesatuan bangsa, dan untuk memberikan perlindungan dan advokasi bagi perjuangan pemberdayaan seluruh masyarakat Mori, maka segenap Suku Bangsa Mori bersastu hati membentuk suatu organisasi yang diberikan nama “Solidaritas Wita Mori”, yang telah di-akte-notariskan pada Notaris Kartono SH di Jakarta, No. 87 Tanggal 29 November 2010.

Harapan kita, lembaga ini kiranya dapat menjadi mitra dan partner kerja pemerintah dan stake-holder lainnya, baik di Pusat ,Propinsi, Kabupaten, Kecamatan sampai di tingkat Desa dengan sebuah prinsip saling mengapresiasi hakekat keberadaan masing-masing, untuk kemudian bergandeng-tangan bahu-membahu penuh semangat gotong-royong agar supaya rencana pembangunan yang telah ditetapkan dapat terwujud untuk kebaikan masyarakat Mori dan masyarakat Kabupaten Morowali pada umumnya.

VISI DAN MISI

Visi :
Mewujudkan masyarakat Mori yang mampu keluar dari kesulitan ekonomi menuju masyarakat mandiri dalam berbagai aspek, melalui pendekatan yang transparan, akuntabel, partisipatif, berkelanjutan dan akseptabel.

Misi :
1. Meningkatkan peran serta masyarakat Mori dalam pembangunan bangsa yang meluputi peran pelaksana, pembinaan, pengawasan dan kontrol sosial yang dilaksanakan secara kritis, konstruktif, konseptual terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah.
2. Membantu masyarakat dalam pengembangan sumber daya manusia agar mempunyai wawasan luas dan kompetitif dalam menjunjung tinggi nilai-nilai etika dan moral dalam segala bidang kehidupan.
3. Memberikan bantuan hukum kepada masyarakat (advokasi), agar supaya masyarakat sadar hukum sehingga tidak kehilangan hak-haknya.

PROGRAM KERJA JANGKA PENDEK
1. Melakukan kontrol sosial di segala bidang yang meliputi peran pelaksana, pembinaan dan pengawasan secara kritis, konstruktif, konseptual terhadap para pelaksana pembangunan seperti Pemerintah maupun pihak swasta.
2. Membantu mendampingi masyarakat dalam persoalan hukum khususnya yang berkaitan dengan masalah pertanahan yang rentan terhadap konflik sosial, ekonomi dan budaya sebagai akibat dari pelanggaran atas hak-hak masyarakat.
3. Memberikan advokasi/penyuluhan hukum kepada masyarakat Mori/Morowali.
4. Menyelenggaran pendidikan dan latihan untuk memberdayakan masyarakat agar lebih terampil.
5. Mendorong terciptanya kesetaraan upah buruh yang sesuai dengan kebutuhan hidup yang layak.
6. Mempercepat terbentuknya kelompok tani dan koperasi plasma dalam kaitannya dengan kemitraan usaha.
7. Menjalin dan membina hubungan kerjasama dengan pemerintah, swasta, dan lembaga-lembaga masyarakat sejenis lainnya.

PROGRAM JANGKA PANJANG
1. Melakukan usaha-usaha pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan dan pelatihan di seluruh wilayah Mori/Morowali agar menjadi tenaga-tenaga terampil dikemudian hari, seperti pelatihan kewirausahaan, pendidikan keahlian dan manajemen bisnis untuk pengusaha disektor ekonomi kelas bawah.
2. Percepatan pengentasan kemiskinan melalui usaha-usaha produktif secara perorangan ataupun berkelompok, dengan metode pendekatan kemitraan/kelembagaan.
3. Mendukung kegiatan investasi lokal serta meningkatkan keterkaitan perdesaan-perkotaan dengan membangun sarana dan prasaran perdesaan yang dibutuhkan untuk mengembangkan produktivitas usaha skala kecil (mikro).
4. Membantu masyarakat untuk mencari alternatif permodalan yang mudah terjangkau, misalnya membentuk Lembaga Simpan Pinjam Berbasis Masyarakat (LSPBM) seperti koperasi dan lembaga simpan pinjam lainnya. Selain itu mendidik masyarakat agar lebih dekat dengan sistim perbankan yang berorientasi pada masyarakat perdesaan.

DEWAN PENGURUS PUSAT (DPP) LEMBAGA SOLIDARITAS WITA MORI

Dewan Pembina :
Drs. MURDAN U. MARUNDUH (Ketua)
THEO TUMAKAKA
Dr. RIA SIOMBO

Dewan Penasehat :
DR. M. Y. KASODU, S.Th, MA (Ketua)
Drs. HEIRONYMUS TUMIMOMOR
LIAN PADALE, M.Th
Drs. RUSMAN SAINO

Ketua :
Drs. MARGANY KENDA, MM

Sekretaris :
Drs. ESAF SANGER, MBA

Bendahara :
Dra. MUDALIF LABIRO

Direktur Eksekutif :
WILSON LALENGKE, S.Pd, M.Sc, MA

Wakil Direktur Eksekutif :
TUNGGALEMAN PU’UMBANA

Dewan Pakar :
Prof. Dr. J. PHILIP, Ph.D (Ketua)
Dr. A. IRMAN PUTRA SIDDIN
Dr. CECEP EFFENDI, M.Sc
Dr. SYARIF HIDAYAT
AZZAN KHAN, SH

Kompartemen :
ROLAND MARUNDUH, SH (Hukum dan HAM)
ALEX LAGARONDA (Hub. Antar Lembaga)
RIZAL C. MARIMBO, S.Th (SDM dan Diklat)
BERNARD NDAWU, S.Th (Organisasi)
MAXIAVELLY G. SAKATI (Keuangan dan UKM)
WONGKONDAYA BOROSI (Kesra dan Sosbud)
WINARSIH LALANGKE (Sekretariat)
DICKY LAONAHA (Humas dan Publikasi)

(Disalin dari Bulletin Swara Tomori Edisi Juni-Juli 2011, yang diterbitkan oleh Lembaga Solidaritas Wita Mori)


Responses

  1. ok qt so reply..

  2. om.. cek inbox FB🙂

  3. sdh terbentuk sejak tahun 2010, tapi tahun ini baru mulai sosialisasi tentang keberadaan LSM ini. bulan lalu, ketua dan sekertarisnya berkunjung ke morowali dan sudah melapor ke bupati, gubernur, dan melaksanakan sosialisasi pada masyarakat di mori atas….

  4. wew.. baru kita dengar ini organisasi ekh.. mantab.. :thumbup:


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: