“Kau” Yang Melupakan Kami [Puisi Untuk Sahabat Besarku]

Saat pertama kau datang dengan baju lusuh, raut wajahmu penuh belas kasihan
Kau datang dengan senyum manismu
Kau datang dengan kelemah lembutan
Kau datang dengan kerendahan hati dan tampaknya kau berhati mulia
Kala itu kau berkata : ingin mengolah kebun sebagai sumber kehidupan kami
Kala itu kau berkata : ingin mengolah kebun yang tidak terawat
Kala itu kau berkata : ingin mensejahterakan kami semua dari hasil kebun itu
Mungkinkah kau lupa saat kedatanganmu dulu?
Mungkinkah kau lupa akan kata-katamu dulu?
Jika begitu, bisakah kami berkata kau penjahat?
Bisakah kami berkata kau pencuri?
Sekarang…..kami tidak pernah menikmati hasil kebun itu
Sekarang…..kami hanya sebagai penonton setia
Sekarang…..kami hanya bisa melihat hasil kebun yang kau jual ke orang asing
Sekarang…..kami hanya bisa menangis, tanah kebun itu telah dibawa orang asing
Bahkan tangis kami semakin menjadi, saat darah saudara kami bercucuran di tanah kami sendiri
Baiklah, kami akan tidur……
Mungkin ini akan terus terbawa dalam mimpi
Mimpi yang tidak pernah menjadi kenyataan
Tetapi ingatlah, kami tidak akan tertidur selamanya
Suatu saat pasti kami terjaga
Disaat kami terbangun dan semuanya masih seperti ini
Pasti kami akan memberontak!!!
Sadarlah!!! Wahai kau kekasihku yang melupakan kami……
Advertisements

Author: Elbert Bandau

Saya adalah orang yang ingin sekali belajar lebih banyak tentang berbagai hal.

2 thoughts on ““Kau” Yang Melupakan Kami [Puisi Untuk Sahabat Besarku]”

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s