Oleh: Elbert Bandau | 19 Desember 2011

FOPLI Morowali | Berbicara apa adanya….

Lahirnya Forum Peduli Lingkungan (FOPLI) Morowali sebagai organisasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup dan juga selaku Control of Social, merupakaan kebanggaan dan perlu didukung bahkan perlu saling bergandengan tangan dengan semua masyarakat khususnya yang ada di Kota Kolonodale, dalam upaya untuk menyelamatkan kelestarian lingkungan hidup demi kesejahteraan bahkan keselamatan setiap masyarakat yang mendiami Kota Kolonodale.

Berikut ini kutipan tulisan yang dirilis oleh FOPLI Morowali pada saat melakukan aksi diam pada Sabtu 17 Desember 2011, sebagai berikut :

…….Ditengah isu hangat pemanasan global melanda bumi, Presiden Republik Indonesia mencanangkan Penanaman 1 Milyar Pohon guna mengantisipasi kenaikan suhu bumi, berkurangnya oksigen, kekeringan air yang kian terasa dari hari ke hari. Upaya Presiden RI memulihkan kondisi alam dan lingkungan tanah kita yang tidak sehat ini, tidak searah dengan kebijakan  Drs. H. Anwar Hafid sebagai Bupati Morowali. Bupati Morowali sebagai pemberi IUP PT. Mulia Pasific Resources (MPR) mitra PT. Graha Sumber Mining Indonesia (GSMI) selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) Nikel, bersekongkol memusnahkan milyaran pohon demi mengeruk uang haram hasil tambang. Bupati Morowali dan PT. MPR / PT. GSMI dengan sengaja dan secara sadar merusak alam dan lingkungan di Bumi Tomori, tepatnya di area Blok Kolonodale, Kelurahan Bahoue Kecamatan Petasia dan desa-desa lainnya. Bukti nyata pegunungan hijau yang terbentang dari Kolonodale sampai Desa Ganda-Ganda sebagai hutan penyangga tempat reproduksi ekosistem menjadi tandus, gersang akibat kerusakan biomassa tanah. Dampak dari perusakan alam dan lingkungan kian terasa oleh masyarakat di area lingkar tambang, ulah dari komplotan mafia perusak lingkungan. Polusi, pencemaran air dan tanah, limbah galian tambang menjadi santapan seluruh ekosistem di area lingkar tambang.

Sangat jelas amanah dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2009 Pasal 69 Poin (a) tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, bahwa “setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran dan/atau pengrusakan lingkungan hidup.”

Lebih parah lagi, masyarakat telah mengalami dampak berupa penyakit kulit gatal-gatal hingga bernanah pada kulit dewasa maupun balita. Sarana Objek Wisata Jompi yang memiliki nilai kearifan lokal dan merupakan simbol kepariwisataan Kolonodale sejak turun temurun, seolah dibiarkan musnah oleh Bupati Morowali, Camat Petasia, Lurah Bahoue dan Kepala Desa Ganda-Ganda bersama mitra perusak lingkungan yakni PT. MPR dan PT. GSMI.

Laut teluk Tomori menjadi tercemar akibat erosi limbah galian tambang. Para petani, nelayan dan kelompok budidaya ikan karamba tidak dapat memanfaatkan hasil laut secara maksimal. Masyarakat tidak dapat lagi memanfaatkan tanah leluhur mereka secara berkesinambungan serta penyempitan ruang public (alam rekreasi keluarga) akibat masuknya sang Kolonialisme gaya baru bertopeng investor PT. MPR mitra PT. GSMI, yang terakumulasi dalam kegiatan penambangan yang tidak memperhatikan azas kearifan lokal, melanggar kaidah-kaidah lingkungan dan pertambangan. Jika kita cermati masih banyak fakta kejanggalan kriteria dalam penetapan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), Kriteria Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), sehinigga dosa-dosa dan pelanggaran lingkungan yang dilakukan oleh Bupati Morowali bersama komplotan perusak hutan (PT. MPR/PT. GSMI) sudah selayaknya dihentikan saat ini juga.

FOPLI Morowali selaku Control of Social, akan membawa masalah Perusakan Lingkungan Hidup ini hingga ke rana Hukum Lingkungan Internasional dimana Presiden SBY sebagai Tokoh Central yang peduli dalam pengendalian Global Warming……

 “Lestarikan Hutan Panjangkan Umur Bumi, Musnahkan Hutan Datangkan Bencana”

…..Ketika hatimu tergetar melihat kebenaran yang terbeli, niscaya Dia sedang menunggu dibalik rasa takutmu.  Lalu apa lagi yang kau tunggu?? Ikutlah bersama kami, karena kami tidak sedang berjuang, tetapi kami sedang berbicara apa adanya.

Salam Lestari, FOPLI ……


Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: