“Kau” Yang Melupakan Kami [Puisi Untuk Sahabat Besarku]

Saat pertama kau datang dengan baju lusuh, raut wajahmu penuh belas kasihan
Kau datang dengan senyum manismu
Kau datang dengan kelemah lembutan
Kau datang dengan kerendahan hati dan tampaknya kau berhati mulia
Kala itu kau berkata : ingin mengolah kebun sebagai sumber kehidupan kami
Kala itu kau berkata : ingin mengolah kebun yang tidak terawat
Kala itu kau berkata : ingin mensejahterakan kami semua dari hasil kebun itu
selengkapnya
Advertisements

6 PILAR MEMBANGUN RUMAH TANGGA

Membangun sebuah rumah tangga pastilah menjadi salah satu tujuan hidup seseorang. Memilih pasangan yang pas dengan melalui beberapa kriteria yang tentunya juga hal ini selalu dipikirkan oleh kebanyakan orang ketika akan menentukan pasangan hidupnya. Tanggal 11 – 11 – 2011 adalah merupakan hari yang banyak dipilih oleh keluarga dan kerabat saya dalam menentukan hari “H” pernikahan mereka. Hari yang ditentukan dalam pernikahan ini juga merupakan moment yang sangat penting untuk dapat mengenang satu peristiwa istimewa tersebut dalam kehidupan setiap orang. Dan masih banyak lagi hal-hal lain yang sering kita pikirkan secara matang dalam merencanakan suatu pernikahan, membangun sebuah rumah tangga yang baru. Semuanya itu merupakan Continue reading “6 PILAR MEMBANGUN RUMAH TANGGA”

MOROWALI BELUM PERNAH TERSENYUM

Sejak diterbitkannya Undang-Undang No. 51 Tahun 1999 yang menetapkan pemekaran Kabupaten Morowali dari Kabupaten induknya Kabupaten Poso – Sulawesi Tengah, yang berkedudukan di Kolonodale sesuai amanah “sementara” dalam Undang – Undang tersebut, kemudian pada Tahun 2005 hijrah ke Bungku, sampai dengan saat ini Kabupaten yang sedang berkembang ini terus menuai berbagai permasalahan.

Permasalahan pertama (Tahun 2004-2007), soal tarik menarik antara Bungku dan Kolonodale soal penetapan Ibukota Kabupaten defenitif. Berbagai gejolak terjadi saat itu, yang semuanya diawali dengan demo masyarakat dari kedua belah pihak (Bungku dan Kolonodale – Lembo – Mori Atas). Pada puncaknya, terjadipembakaran Kendaraan Dinas Kabupaten Morowali di Bungku, dan juga terjadi pembubaran bahkan pengrusakan basecamp msyarakat di Kampung Bugis (Kolonodale) oleh Satuan Brimob Morowali pada saat masyarakat melakukan sweeping kendaraan Pertamina yang mendistribusikan BBM ke Bungku.

baca selengkapnya

SELAYANG PANDANG LEMBAGA SOLIDARITAS WITA MORI

Berdasarkan studi kemiskinan menunjukkan bahwa di daerah pedesaan di Sulawesi Tengah, angka kemiskinan mencapai 48,08%, sementara di perkotaan sekitar 12,24%. Ini berarti jumlah masyarakat miskin yang terpusat di desa-desa masih cukup besar yang harus disejahterakan.

Banyak program pemerintah sudah dilakukan untuk mengangkat dan mendorong pembangunan ekonomi masyarakat pedesaan, namun sebagian besar gagal. Hal tersebut lebih disebabkan oleh ketidak-tepatan antara kebutuhan masyarakat dengan program yang diberikan. Hampir semua paket proyek tidak dibarengi dengan peningkatan ketrampilan sumber daya manusia pendukung dan tidak adanya kelembagaan di tingkat masyarakat yang berfungsi sebagai pengontrol terhadap pembangunan yang dilakukan.

Sementara itu, fakta lapangan menunjukkan banyaknya permaslahan hukum di daerah Mori / Morowali yang tidak tuntas dan Continue reading “SELAYANG PANDANG LEMBAGA SOLIDARITAS WITA MORI”

Solidaritas Wita Mori Siap Perjuangkan Nasib Masyarakat Mori

Disalin dari Swara Tomori Edisi Juni-Juli 2011, Sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang khusus mendedikasikan diri untuk membantu masyarakat Suku Mori resmi didirikan di Jakarta. Lembaga yang diberi nama Solidaritas Wita Mori, disingkat SOMORI, ini dibentuk dalam rangka memberikan perhatian dan partisipasi kongkrit bagi pembangunan kampung halaman para perantau dari suku Mori di Jakarta dan wilayah lainnya di Indonesia. Demikian penjelasan sekilas dari Ketua Umum SOMORI, Drs. Margany Kenda, MM didampingi Sekretaris Umum, Drs. Esaf Sanger bersama pengurus lainnya kepada pewarta KOPI, Senin (21/2/2011) di Jakarta.

“Selama ini, kita cukup sibuk berusaha memperbaiki taraf hidup kita dan keluarga Continue reading “Solidaritas Wita Mori Siap Perjuangkan Nasib Masyarakat Mori”

MERDEKA

Setelah kurang lebih 2 tahun blog saya ini terkatung-katung….akhirnya tepat dihari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 66 tahun 2011 ini saya kembali mendapat semangat baru untuk mengupdate blog saya. Semangat baru ini timbul oleh karena mengingat betapa dewasanya umur negeri kita saat ini. Jika diibaratkan seperti umur manusia, maka tentunya Indonesia saat ini bagaikan seseorang yang telah sangat dewasa dan telah memasuki usia senja. Usia seperti ini bagi manusia tentunya telah banyak makan garam, telah banyak liku-liku kehidupan yang pernah dilalui, baik atau buruk. Tentunya ada suatu kebanggaan bahwa diusia seperti ini dia dapat tetap tegar, tetap dapat menikmati masa tuanya.
Kembali ke “semangat” baru yang saya ungkapkan diatas, terkadang juga hampir kandas oleh karena situasi negri kita diusia yang begitu dewasa saat ini, masih banyak bahkan semakin banyak persoalan-persoalan yang tidak pernah tuntas. Saat nonton berita di televisi, kebanyakan orang berkata : “ah…. itu-itu trus jo berita yang ditampilkan, so teadakah berita lain?” (saya gunakan bahasa se hari-hari di daerah saya, artinya = berita yang ditampilkan di televisi terkadang berulang-ulang untuk satu kejadian). Kenapa bisa berulang-ulang disiarkan? Yah…tentunya karena kasus itu tidak pernah tuntassssss.
Sudahlah….tidak usah dipikirkan, kalau saya ulas semua berita itu tentunya kejadiannya akan sama, terulang lagi beritanya disini.
MERDEKA..!!!!